Syarat & Proses Pendirian PT 2019
October 16, 2019

CV bukanlah badan hukum layaknya PT. CV tidak mempunyai kekayaan sendiri. CV juga mempunyai karakteristik unik yang mana hanya perlu didirikan oleh minimal 2 orang yang masing-masing pihak berperan sebagai satu sekutu aktif dan juga sekutu pasif. Selain itu, berkaitan dengan modal CV, anggaran dasar tak disebutkan pembagiannya dalam pendirian CV. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kepastian pemisahan kekayaan CV dengan kekayaan pada pengusahanya. Dengan begitu, para sekutu harus membuat semacam perjanjian atau kesepakatan yang mengatur hal ini.

Langsung saja berikut adalah tahapan mengurus sendiri pendirian CV. Ada lima tahapan yang harus Anda lalui untuk proses pembuatan CV.

1. Membuat Akta Pendirian CV

Cara bikin CV sudah diatur dalam Pasal 16 hingga 35 KUHD atau Kitab Undang Undang Hukum Dagang. Dalam pasal 19 KUHD, dijelaskan bahwa harus ada minimal dua orang pendiri, yang sekutu aktif serta pasif. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan beberapa dokumen berikut untuk pembuatan akta pendirian CV.

  • Nama terang, pekerjaan, serta tempat tinggal masing-masing pendiri
  • Penetapan nama yang akan dipakai untuk nama CV
  • Keterangan tentang CV ( biasanya berisi maksud serta tujuan CV)
  • Nama sekutu aktif yang berkuasa menandatangani surat perjanjian mengatasnamakan persekutuan.
  • Masa mulai serta berlakunya CV.
  • Pasal-pasal penting yang lain yang berhubungan dengan pihak ketiga sekaligus pendiri persekutuan.
  • Pendaftaran akta ke Pengadilan Negeri pendirian harus disertai dengan tanggal
  • Menetapkan kas CV khusus yang disediakan untuk pihak ketiga sebagai penagih. Jika telah kosong, tanggung jawab sekutu yang berlaku adalah tanggung jawab pribadi.
  • Pengeluaran satu dan/ atau beberapa sekutu dari kewajiban dan juga hak dalam bertugas atas nama sebuah persekutuan.

2. Mendaftarkan Akta Pendirian CV

Setelah memperoleh akta pembuatan CV, selanjutnya Anda harus mendaftarkan akta tersebut ke Kepaniteraan Pengadilan Negeri setempat. Hal ini sesuai dengan pasal 23 dalam KUHD. Persyaratan lain yang harus dilengkapi untuk mendaftarkan Akta Pendirian CV adalah SKDP atau Surat Keterangan Domisili Perusahaan dan juga NPWP atas nama CV terkait.

Untuk mengurus SKDP, Anda bisa menghubungi kelurahan setempat yang sesuai dengan alamat domisili CV. Sebelumnya, Anda sudah harus menentukan di mana alamat domisili CV. Alamat domisili ini sesuai dengan keterangan yang ada dalam pendirian CV.

Selanjutnya, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama CV bisa didapatkan melalui kantor pajak setempat. Kantor pajak harus sesuai dengan domisili CV.

3. Mengurus Perizinan Usaha

Setelah proses pendaftaran akta CV selesai, selanjutnya Anda harus mengurus izin usaha CV. Izin usaha ini disesuaikan dengan bidang usaha yang saat ini Anda jalankan. Ini juga menjadi salah satu tahapan yang tak boleh dilewatkan dalam mendirikan CV.

Sebagai contoh, apabila usaha CV Anda berkaitan dengan bidang perdagangan, Anda perlu mengurus izin usaha berupa SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan. Pengurusan izin usaha ini bisa dilakukan di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PTSP setempat. Anda juga bisa melakukannya di kantor perwakilan dinas yang terkait.

4. Mengurus TDP atau Tanda Daftar Perusahaan

Supaya proses buat CV lengkap, Anda juga wajib mengurus TDP. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sekarang ini bisa diproses dengan mudah. Anda bisa melakukannya melalui sistem online. Caranya bagaimana?

Anda bisa memanfaatkan sistem OSS atau Online Single Submission. Proses pengurusan TDP secara online ini sesuai dengan PP Nomor 24 Tahun 2018.

5. Mengumumkan Ringkasan Resmi Proses Pendirian CV

Langkah paling akhir dari proses pendirian sekaligus persyaratan CV adalah mengumumkan ringkasan resmi pendirian CV di dalam Tambahan Berita Negara RI. Ini seperti yang tercantum dalam pasal 28 KUHD bahwa setiap usaha wajib mengumumkan petikan aktanya dalam surat kabar resmi.

Keuntungan Serta Kekurangan Mendirikan CV

Sama seperti bidang usaha pada umumnya, mendirikan CV juga memiliki keuntungan dan kekurangan. Untuk memantapkan keinginan Anda dalam membuat CV, berikut adalah keuntungan dan juga kekurangan CV.

Keuntungan memilih CV sebagai jalan usaha:

  • Tidak membutuhkan modal yang besar dalam pengajuannya
  • Syarat pengajuan lebih mudah
  • Prosedur pengajuan lebih sederhana serta sebagian prosesnya bisa diurus secara online.

Kekurangan mendirikan CV:

  • Nama CV mungkin bisa sama dengan CV lain yang sudah terdaftar
  • Nama CV tak mendapatkan pengesahan dari Menkumham
  • CV hanya terdaftar di Pengadilan Negeri
  • Resiko usaha cv bisa sampai melibatkan harta pribadi.

Itulah prosedur pendirian CV yang bisa Anda lakukan sendiri. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa proses ini akan mendapatkan hasil berupa Akta pendirian CV, surat domisili CV, NPWP sekaligus surat keterangan terdaftar wajib pajak, pendaftaran ke Pengadilan Negeri setempat, SIUP, dan juga TDP. Semuanya harus lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *